Artikel

Beranggapan Bahwa Al-Quran Fiksi, Itu Kafir

Jagat publik tanah air kembali geger. Kali ini datang dari Rocky Gerung yang menyatakan bahwa kitab suci itu fiksi. Pembenaran apapun yang ia gunakan, tetap saja ungkapan ini menyakiti hati para pemeluk agama, terutama kita sebagai umat Islam.

Bagi umat Islam, al-Quran adalah kalamullah yang pasti benar. Apa yang diceritakan al-Quran baik cerita masa lalu maupun masa yang akan datang adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak ada keraguan. Ia bukan sebuah fiksi yang berangkat dari sebuah imajinasi yang mungkin tidak akan terjadi, atau bisa terjadi. Karena berita al-Quran di masa depan, pasti terjadi.

Tidak ada satupun ayat al-Quran yang sekadar bercerita bohong layaknya cerita-cerita fiksi lainnya. Berita masa depan, kejadiannya bukanlah sebuah kebetulan karena cerita al-Quran sifatnya berita dan bukan berangkat dari cerita fiksi. Sebagai seorang mukmin, kita harus yakin dan percaya. menganggap al-Quran fiksi akan sangat berbahaya bagi akidah kita.

Perkara akhir zaman, alam kubur, kiamat, surga, neraka dan berita ghaibiyat lainnya adalah berita yang benar dan harus diyakini. Inkar terhadap perkara-perkara di atas, dianggap telah keluar dari perkara pokok dalam agama yang bearti ia dianggap telah keluar dari Islam. Ia telah kafir.

Anggapan bahwa al-Quran adalah fiksi, sesungguhnya bukan perkara baru. Pernyataan tersebut sudah muncul sejak al-Quran diturunkan. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الأوَّلِينَ
كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ () كَلا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ () ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ () ثُمَّ يُقَالُ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ () كَلا إِنَّ كِتَابَ الأبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ () وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ () كِتَابٌ مَرْقُومٌ ()يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ
Artinya: Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “Itu adalah legenda orang-orang yang dahulu”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. ( ) Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka. () Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. () Kemudian, dikatakan (kepada mereka): “Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan”. () Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam ‘Illiyyin.() Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? () (Yaitu) kitab yang bertulis, () yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).

Jadi, orang-orang kafir itu menganggap al-Quran hanya sebagai legenda orang dahulu. Disebut legenda, karena ia sekadar cerita fiksi belaka. Cerita yang tidak mempunyai kebenaran.

Allah segera memberikan jawaban kepada mereka yang menganggap bahwa al-Quran itu bukan fiksi dengan ungkapan كَلا atau tidak benar sama sekali. Artinya anggapan bahwa al-Quran sebagai lengenda dan cerita fiksi itu, bohong belaka. Al-Quran tidak seperti yang mereka sangkakan. Al-Quran benar adanya.

Tidak hanya sampai di situ. Al-Quran juga memberikan keterangan mengenai isi hati orang yang menganggap al-Quran sekadar cerita fiksi. Mereka adalah orang yang kufur kepada Tuhannya. Akibat kekufuran menjadikan hati mereka tertutup dan tidak mampu melihat kebenaran.

Al-Quran menerangkan mengenai perjalanan mereka di akhirat akibat anggapan Quran fiksi. Mereka kelak akan masuk ke neraka jahannam. Allah akan berkata kepada mereka, “Ini adalah pembalasan untuk kalian yang dulu waktu di dunia menganggap bahwa al-Quan itu fiksi. Neraka ini benar adanya. Sekarang, rasakan apa yang telah kau dustakan dahulu”.

Lalu al-Quran menyatakan bahwa al-Quran bukanlah fiksi. Ia kitab yang sangat mulia dan ditempatkan di tempat yang sangat mulia. Tempat yang sangat tinggi.

Kesimpulannya, al-Quran bukanlah cerita fiksi. Berita masa depan, bukanlah cerita yang mungkin terjadi. Namun ia berita yang pasti akan terjadi. Jadi harus dibedakan antara fiksi dengan berita dari Allah. Sekadar menganggap fiksi, artinya masih ada keraguan dalam diri seseorang mengenai kemungkinan terjadinya berita al-Quran. Ragu-ragu terhadap kejadian masa depan seperti yang diberitakan al-Quran menandakan keimannya masih meragukan. Jika ia inkar dengan berita masa depan seperti yang tercantum dalam al-Quran bearti ia telah keluar dari Islam dan kafir. Wallahu a’lam


© Copyright 2018 Al Muflihun Store